Showing posts with label Tugas Ilmu Budaya Dasar. Show all posts
Showing posts with label Tugas Ilmu Budaya Dasar. Show all posts

Thursday, June 7, 2012

Glopreus 2009


mungkin udah banyak di antara kalian semua yg tau apa glopreus itu. buat yg belom tau, GLOPREUS itu singkatan dari Gelar Lomba Paskibra Enam Untuk Satu, yaitu lomba paskibra yang diadakan oleh salah satu SMA terkemuka di dekat blok M plaza, SMAN 6 Jakarta. Event kali ini merupakan event ke-7 kalinya telah mereka adakan, berlangsung pada hari sabtu, 16 mei 2009, dari pukul 7 pagi - 9 malam, berlokasi di gedung SMAN 6 itu sendiri.
berikut daftar urut dan nama peserta GLOPREUS 2009:
01 SMA 56 Jakarta
02 SMA 66 Jakarta
03 SMA 90 Jakarta
04 SMA 86 Jakarta
05 SMA AL HUDA Jakarta
06 SMK TELKOM SP Jakarta
07 SMA 70 Jakarta -MENGUNDURKAN DIRI-
08 SMA WIDURI Jakarta -MENGUNDURKAN DIRI-
09 SMA 28 Jakarta -MENGUNDURKAN DIRI-
10 SMK PERBANAS Jakarta
11 SMA 26 Jakarta
12 SMA 1 Cikarang Utara
13 SMK 20 Jakarta
14 SMA 84 Jakarta
15 SMK PGRI 5 Jakarta
16 SMA 6 Tangerang
17 SMK 7 Bandung
18 SMA 49 Jakarta
19 SMK 1 Cikarang Barat
20 SMA 72 Jakarta
21 SMA 25 Jakarta
22 SMK SETIA GAMA Jakarta
23 SMA 1 Karang Bahagia -MENGUNDURKAN DIRI-
24 SMA 1 Tambun Selatan
25 SMA PGRI Cikampek -MENGUNDURKAN DIRI-
26 SMK 2 Cikarang Barat
27 SMA AL IZHAR Jakarta

perlu kalian semua tau, sekolah kita ini, SMK Telkom SPJ, niat banget ngikutin GLOPREUS ini. kenapa? soalnya emang kayaknya buat lomba kali ini latian sampe 2 bulan, padahal biasanya cuma sekitar sebulanan. dan itu juga menurunkan tugas kepada anak kelas 12 buat ikut tampil, yg seharusnya mereka konsen dan fokus ke pelajaran, tp ngerelain buat ikut tampil.
daftar nama siswa-siswi SMK Telkom yg dikirim untuk mengikuti lomba ini, sebagai berikut:
1. Hafidz Haikal Aziz (XII)
2. Ferry (XII)
3. Rizky Yugho (XII)
4. Dewan (XII)
5. Irwin Nurfalah (XII)
6. Rizky Saputra (XI)
7. Subianto (XI)
8. M. Fajar (XI)
9. Anggi Alviani (XI)
10. Lulu Andini (XI)
11. Indah Widianti (XI)
12. Decky Ridho Sahertian (X)
13. Dwi Permadi (X)
14. M. Nurkasyfillah Hardjo (X)
15. Rama Fadlillah (X)
16. Astri Lestiana (X)
17. Andi A. H. Bunga Sumadi (X)
18. Dini Amelia (X)
19. Yustika Cahyaningsih (X)
20. Fitri Susanti (X)
21. Ma'rifatul Yuniarti (X)
22. Meta Herawati Haliem (X)
ehehe sebenernya ga penting sih ini, tapi ya gapapa lah, ga salah yakan? biar kalian tau siapa aja yg berjuang ngebawa nama harum sekolah kita tercinta. hahaha :P

di event GLOPREUS 2009 ini juga mengadakan pemungutan suara (polling) via sms untuk menentukan juara favorit, yg nanti nya akan diumumkan di akhir acara.

event GLOPREUS ini berlangsung meriah, bener deh megah banget acara nya, semua terkonsep dengan baik. sebelum apel pembukaan, ada beberapa panitia yg nari-nari gitu (hem, bingung mau nulisnya gmn, pokoknya mereka nari diiringin lagu yg agak slow gitu). trus diperkenalkanlah ketua umum dan ketua harian dari event ini. Berryl Permata Sari selaku ketua umum, dan John Deffanka L. Medellu selaku ketua harian.
apel pembukaan juga ditutup dengan lagu dari Celine Dion yg berjudul The Power Of The Dream, tentunya juga ditutup dengan doa agar acara dapat berlangsung dengan baik.
setelah apel pembukaan, langsung deh dimulai penampilan dr masing-masing sekolah.
setelah sekolah-sekolah tersebut tampil, anak-anak SMAN 6 sendiri menyuguhkan beberapa acara hiburan, mulai dari Marching Band D'Sonic, PCM 2004, PCM 2006, P. Band, Teater Enhakam, dan masih banyak lagi lainnya.
selain suguhan acara dr SMA 6 sendiri, ada juga beberapa guest star yg didatangkan, yaitu Dira "Incognito", Anggie, dan TANGGA. wew keren-keren ga tuh guest star nya. heboh semuanya, ikutan nyanyi semua.

nah, ini dia, abis penampilan semua guest star, akhirnya pengumuman juara-juara GLOPREUS 2009. pengumuman nya udah kayak acara award-gimana-gitu, diumumin nya berdua2, jalan dr belakang panggung, ke tengah2, ada backsound pengiring mereka jalan sampe ke depan. sumpah keren abis.
nih daftar juara-juaranya:

Gerakan Dasar
*Juara I = SMA 1 Cikarang Utara
*Juara II =
SMA 66 Jakarta
*Juara III = SMA 1 Tambun Selatan
*Harapan I = SMK 2 Cikarang Barat
*Harapan II = SMK Perbanas Jakarta
*Harapan III= SMA 26 Jakarta
*Madya I = SMK 7 Bandung
*Madya II = SMK 20 Jakarta
*Madya III = SMA 6 Tangerang

Variasi dan Formasi
*Juara I = SMA 1 Cikarang Utara
*Juara II = SMA 90 Jakarta
*Juara III = SMA 26 Jakarta
*Harapan I = SMA 1 Tambun Selatan
*Harapan II = SMA 25 Jakarta
*Harapan III= SMK Telkom SP Jakarta

Lain-lain *Juara Umum = SMA 1 Cikarang Utara
*Juara Favorit = SMK Telkom SP Jakarta
*Danton Terbaik = SMK 2 Cikarang Barat
*Kostum Terbaik = SMA 90 Jakarta
*Make Up Terbaik= SMA 26 Jakarta

Ninety Paskibra Competition 7 ( SMA 90, 20 & 27 februari 2010)


SMA 90 kembali ngadain kompetisi Paskibra. Acaranya seperti biasa ciamik dan sungguh kompetitif! Nah, jadi gini, kompetisi paskibra ini sebenernya adalah agenda tahunan SMA 90 dan tahun ini udah masuk usia ke-7. Kali ini, tema yang diangkat adalah fairy tales 2010. tapi jangan kebayang juga para paskibra yang ikutan kompetisi tahun ini pada pake kostum monster, peri atau putri-putrian kayak di fairy tale, karena yang dangkat lewat tema ini adalah semangatnya. Konon katanya, paskibra itu kurang lebih sama ama fairy tales karena untuk bisa meraih apa yang diinginkan, butuh ‘keajiban’…hihihi. Jadi deh mereka kerja keras buat nyulap sekolah jadi negeri dongeng. Mulai dari pagar, tempat para peserta masuk ke lokasi lomba, sampai backsound pun bertemakan fairy tales. Kompetisinya sendiri diadain 2 kali, yang pertama, buat tingkat SMP dan diikuti oleh 13 SMP se-jabodetabek. Nah sesi berikutnya giliran tingkat SMA dengan jumlah peserta sebanyak 20 SMA se-jabodetabek. Tapi paskibra bukan Cuma satu-satunya keriaan yang jadi menu di acara ini, teman. Selama kompetisi berlangsung ada juga penampilan dari band-band hasil audisi, vanquisher cheerleader, tari saman, dan dahsyatnya tari yospan (tari asal papua) yang dibawain oleh Aster Yospaners, mantap sangat. Di penghujung acara juga ada salah satu dedengkot indie pop – folk ibukota, yes siapa lagi kalo bukan … ballads of the cliché! Ngasih kesegaran ditengah panasnya persaingan para pengibar bendera dengan nomer-nomer manisnya, ihiy. Tahun depan lebih seru lagi yaa … mariiiiiiii! (bangiduy)

Pendapat saya tentang kenaikan BBM


Baru-baru ini, pemerintah Indonesia akan menaikkan harga BBM dengan mengurangi subsidi BBM karena meningkatnya harga minyak dunia. Hitung-hitungan tentang subsidi BBM pun masih menjadi perdebatan, ada yang versi pemerintah ada yang versi kaum oposisi. Mana yang bisa dipercaya? , sampai saat ini saya masih percaya pada versi pemerintah, karena disini pemerintah adalah pelaku langsung. Bukan berarti pihak oposisi salah, tapi mestinya melakukan counter dengan pengecekan/cross check data pemerintah dengan yang ada di lapangan. Pemerintah juga harus aktif memberikan respons atas cross check tersebut. Dengan loop seperti itu, maka akan diperoleh transparansi, dan kepercayaan rakyat meningkat.
Pendapat saya,
1. Pihak oposisi vokal berkoar2  menentang pemerintah dengan data yang dimilikinya tanpa kontrol lebih lanjut* dan juga solusi alternatifnya.
Cuma ada 2 kemungkinana
- Hitung2an dari pemerintah salah, tapi pihak oposisi malas mengcross check data
- Hitung2an dari pemerintah memang benar (dan akan sama dilakukan jika pihak oposisi berkuasa), Pihak oposisi hanya ingin cari muka sehingga tidak mengecek lagi lebih lanjut
Saya lebih cenderung setuju yang kedua, karena saya juga menanyakan tentang hitung2an mereka itu ke beberapa teman di pertamina dan esdm, dan mereka setuju kalau bbm memang harus naik (berdasarkan hitung2an tentunya)
*maaf kalau salah tulis karena  kurang data tentang bagian kontrolnya
2. Pemerintah terlalu cepat dalam memutuskan kenaikan BBM
Menurut saya keputusan ini terlalu cepat, tanpa memperhatikan efek-efek di daerah. Bila saja, sedari awal tahun 2012 pemerintah mengumumkan akan menaikkan harga BBM, tentu daerah akan mempersiapkan lebih dini APBD nya dan solusi untuk meredam kenaikan, walaupun harga pasti juga naik duluan . Bukan cuma daerah ya, perusahaan juga, sehingga  perusahaan akan memperhitungkan laba rugi perusahaan di awal tahun dan mempertimbangkan kemungkinan kenaikan gaji karyawan. Belum lagi solusi dengan BLT, terlihat sekali buru-burunya
3. Terlihat  sikap media, bukannya informatif, tapi super-informatif dengan memberikan informasi yang sebagiannya dibesar-besarkan. Tentu saja ini memunculkan opini publik yang bisa disetir. Bisa jadi saya menulis ini, karena sebagian opini dari hasil membaca media.
4. Mahasiswa, ada banyak macam reaksi mahasiswa, yang demo bakar-bakaran, yang protes tapi ga pake demo atau yang apatis, atau yang malah menulis blog ini :D , Silahkan dinilai sendiri. Yang jelas, mahasiswa harus tetap kritis dan tidak punya kepentingan.
Well, mari terima dulu keputusan pemerintah ini. Sambil media, oposisi dan mahasiswa terus melakukan kontrol terhadap pemerintah terhadap realisasai kompensasi BBM. Yang masih mampu dengan kenaikan BBM mari dilanjutkan kehidupannya, kalau ada rejeki lebih  mari membantu saudara yang kurang mampu, ini jauh lebih berharga daripada demo2an atau malah nulis blog :D .
Indonesia masih jauh lebih kaya daripada Korea. Disini apa-apa ditanam belum tentu tumbuh, dan tanaman sudah pasti mati tiap tahun karena winter.  *Masih gemes kenapa Korea lebih maju daripada Indonesia* hehe
**Maaf cuma dituliskan sebagai pihak oposisi, terlalu banyak pihak yang menentang pemerintah, jadi tulis saja oposisi :D

http://hamkanen.wordpress.com/2012/03/29/pendapat-saya-tentang-kenaikan-bbm/

Korupsi Macetkan Pembangunan, Rugikan Masyarakat


Banyak kasus yang tentunya saat ini menjadi sorotan public, antara lain betapa banyaknya pembangunan yang macet hanya karena tidak berjalannya pemerintahan setelah para pejabatnya diperiksa terkait kasus korupsi. Ada juga pelaksanaan pembangunan yang macet hanya karena persoalan tender yang bermasalah sebagaimana yang terjadi di beberapa daerah. Memang, banyak yang aneh di negeri ini khususnya dalam masalah korupsi. Korupsi sepertinya berlangsung cukup fenomenal.

Kita tentunya tidak dapat menutup mata apabila di jalan-jalan raya berseliweran mobil-mobil mewah impor yang berharga hingga miliaran rupiah. Sementara itu, di jalan-jalan yang sama kita menemukan anak-anak pengemis yang menghiba meminta uang receh.

Para oknum pejabat korup bahkan tidak peduli pada hak-hak rakyat yang hakekatnya termasuk dalam lingkup tugas mereka. Semua itu semakin menjauhkan masyarakat miskin dari akses memperoleh pendidikan dan kesehatan. Hasrat sementara orang yang begitu kuat untuk menumpuk uang atau kebutuhan pokok hidup orang banyak mencerminkan pemerintah negeri ini kurang paham

Seharusnya ada kesadaran dari sebuah pemahaman, bahwa apa yang terjadi belakangan ini terjadi sebagai dampak kepentingan sesaat. Saling tumpang tindih dan tidak ada koordinasi semakin menunjukkan betapa kurang mampunya pemberantasan korupsi di negeri ini. Akibatnya tentu saja persoalan semakin menumpuk dan rakyat hanya bisa melongo saja saat gedung-gedung sekolah yang rusak menimpa anak-anak mereka yang lagi belajar. Belum lagi jembatan yang runtuh sehingga terputusnya jalur transportasi dan membuat lumpuh segalanya. Cukup menyedihkan memang, namun inilah yang sedang terjadi di negeri ini, saat ini.

Semua masyarakat hanya punya satu keinginan, yakni sejahtera. Tentunya untuk itu sangat diperlukan kerja keras, bukan kerja ringan tanpa perlu memeras keringat yakni dengan melakukan korupsi. Tindak korupsi bukanlah sesuatu yang sangat mulia di mata Tuhan. Itulah kesadaran yang harusnya dimiliki para pemimpin ataupun mereka yang mempunyai kekuasaan.

Korupsi hanya akan memacetkan roda pembangunan. Lihatlah masih cukup banyak infrastruktur di negara ini yang rusak berat hanya karena kurangnya dana untuk membangunnya.

Ingatlah pembangunan yang macet hanya akan merugikan kita semua dan masyarakatlah yang sangat merasakannya. Oleh karena itu, cukuplah sudah melakukan korupsi karena pembangunan jelasnya tidak akan berjalan dengan baik karena banyak anggaran yang sudah penuh menjadi lebih berkurang. Jadi, sekali lagi jangan korbankan pembangunan hanya karena kepentingan sesaat.

Opini, Wewenang Polri dan Lady Gaga

Ketua Bidang Pengembangan dan Strategi DPP Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla berpendapat, tidak ada satu pihak manapun diluar institusi Polri yang berkompeten memutuskan digelar atau tidaknya konser Lady Gaga di Jakarta pada 3 Juni mendatang. Hak memutuskan itu, sepenuhnya menjadi otoritas Polri. “Kalau kepolisian selaku pihak yang punya otoritas memutuskan mengeluarkan izin untuk pertunjukan Lady Gaga, siapa pun dan ormas mana pun di Indonesia mestinya menghormati keputusan itu,” kata Ulil di Jakarta, Jumat 25 Mei 2012.
Begitu juga sebaliknya kalau sekiranya pihak kepolisian pada akhirnya tidak mengeluarkan izin, menurut Ulil, jangan diartikan itu sebagai keberhasilan opini atas sikap suatu ormas dalam mencegah konser Lady Gaga.
“Tapi setelah adanya keseimbangan opini publik antara yang menolak dengan yang menerima kedatangan Lady Gaga ke Jakarta, saya yakin pada waktunya kepolisian akan mengeluarkan izin pertunjukan,” ungkap Ulil yang juga tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) itu.
Izin tersebut, lanjutnya, tentu saja disesuaikan dengan kultur Indonesia dan itu menjadi tugas pihak promotor untuk membicarakannya dengan manajemen Lady Gaga, sesuai dengan saran-saran yang disampaikan oleh ormas dan masyarakat.
“Pemerintah pasti akan memberikan syarat-syarat khusus kepada Lady Gaga untuk tampil dengan cara mengadopsi masukan dari ormas dan masyarakat. Hikmah yang perlu dipetik dari rencana kedatangan Lady Gaga ini antara lain jangan sampai terjadi opini veto memutuskan sebuah masalah di negara yang berlandaskan hukum ini,” demikian Ulil Abshar Abdalla.

Opini Seputar Ujian Nasional


"Mitos-mitos" Ujian Nasional?



Gugatan 58 warga negara terkait kebijakan ujian nasional kembali mendapat dukungan dengan ditolaknya kasasi pemerintah oleh Mahkamah Agung.

Tidak berlebihan untuk memandang putusan itu sebagai tonggak penting dalam mendorong evaluasi berbagai kebijakan pendidikan selama ini. Sayang, pemerintah tampaknya berkeras menggunakan hasil ujian nasional (UN) sebagai salah satu penentu kelulusan melalui rencana peninjauan kembali. Beberapa argumen yang dilontarkan untuk mendukung UN sebenarnya masih terbantahkan.

Penilaian guru tidak konsisten?

Bagaimana menentukan kelulusan siswa dari suatu jenjang pendidikan bila tidak ada UN? Bukankah penilaian guru amat bervariasi dari satu sekolah ke sekolah lain, bahkan dari satu kelas ke kelas lain? Berbagai pertanyaan semacam itu muncul karena kekhawatiran yang bersumber dari ketidakpercayaan terhadap penilaian yang diberikan guru.

Sebenarnya, guru memiliki lebih banyak kesempatan untuk menilai, dan pada saat yang sama, mengembangkan kemampuan siswa melalui beragam model penilaian dan aktivitas, seperti pekerjaan rumah, ulangan, proyek kelas, penulisan laporan, dan presentasi.

Berbeda dengan UN yang dilakukan pada akhir masa belajar, berbagai penilaian yang dilakukan guru berdampak pada perbaikan proses belajar siswa karena ada umpan balik yang bisa segera dilakukan.

Dengan meningkatkan kualitas pembelajaran maupun penilaian yang dilakukan oleh guru, yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari serta berbagai tantangan pada masa depan, diharapkan siswa akan terlibat proses belajar yang menumbuhkan motivasi intrinsik dari dalam diri siswa. Motivasi belajar yang bersifat intrinsik ini akan lebih kokoh tertanam ketimbang belajar karena dipicu oleh kekhawatiran tidak lulus UN, yang bersifat ekstrinsik. Jadi, argumentasi bahwa ketiadaan UN membuat siswa malas belajar pun terbantahkan.

Berbagai penelitian seputar seleksi penerimaan mahasiswa baru yang pernah dilakukan di AS menunjukkan, indeks prestasi kumulatif di SMA, yang merupakan akumulasi dari aneka penilaian yang diberikan oleh guru, memiliki kemampuan lebih besar dalam memprediksi prestasi akademis di perguruan tinggi dibandingkan dengan hasil-hasil tes standar yang didasarkan pada penguasaan materi di SMA, seperti Standardized Achievement Test II dan American College Testing, maupun yang didasarkan pada kemampuan umum dalam matematika dan bahasa, seperti Standardized Aptitude Test.

Di Indonesia pun demikian. Meski masih membutuhkan studi lanjut, beberapa perguruan tinggi melaporkan, prestasi akademis mahasiswa yang dijaring melalui penilaian terhadap prestasi selama mengikuti pembelajaran di sekolah menengah atas—sebagaimana tecermin pada nilai rapor—ternyata lebih stabil ketimbang prestasi mahasiswa yang diterima melalui jalur-jalur lain (Kompas, 18/11/2009).

UN dan kualitas pendidikan

Asumsi bahwa ujian kelulusan dapat meningkatkan kualitas pendidikan perlu diuji karena kesimpulan hasil-hasil penelitian kerap bertolak belakang. Phelps (2001), misalnya, menyimpulkan, ujian kelulusan dapat meningkatkan prestasi akademis siswa untuk mata pelajaran yang diujikan, tetapi Amrein dan Berliner (2003) menunjukkan tidak ada kontribusi positif yang signifikan. Sementara itu, Dee dan Jacob (2006) dan Zwick (2004) malah menunjukkan, ujian kelulusan hanya meningkatkan prestasi akademis bagi siswa yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi lebih tinggi.

Perlu diingat, siswa-siswi di Finlandia mampu mencatat prestasi gemilang dalam The Programme for International Student Assessment meski tak ada ujian kelulusan. Satu-satunya ujian berskala nasional yang dilaksanakan adalah ujian matrikulasi sebagai syarat untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Tes-tes standar yang berdampak besar terhadap masa depan siswa dan berbagai indikator prestasi siswa lainnya, termasuk tes-tes untuk tujuan pemetaan maupun indeks prestasi siswa di sekolah, terkait erat dengan status sosial ekonomi siswa dan kondisi sekolah (Zwick, 2004). Lani Guinier, profesor di Harvard University, bahkan menyatakan, SAT lebih tepat dipandang sebagai tes untuk mengukur tingkat kesejahteraan daripada prestasi siswa (Zwick, 2004).

Keterkaitan antara status sosial ekonomi orangtua dan kondisi sekolah dan prestasi akademik siswa telah mendapatkan dukungan empiris yang kokoh, bahkan melalui penelitian yang menggunakan data dari berbagai negara (Willms, 2006; Fuchs, 2007). Keberpihakan sistem pendidikan pada kaum kaya juga tecermin pada tingginya angka putus sekolah di kalangan masyarakat tidak mampu, antara lain karena besarnya porsi biaya pendidikan yang masih mereka tanggung (Kompas, 25/11/2009).

UN pascaputusan MA

UN masih dapat digunakan untuk pemetaan mutu pendidikan di Tanah Air, tetapi bukan sebagai syarat kelulusan, sepanjang terdapat kejelasan dan konsistensi bantuan atau intervensi bagi sekolah-sekolah yang dianggap belum memenuhi standar mutu yang ditetapkan. Pemetaan mutu pendidikan tanpa kejelasan umpan balik seperti teramati saat ini hanya merupakan pemborosan anggaran negara dan menjadi beban masyarakat.
Karena itu, ketimbang mengajukan peninjauan kembali atas putusan Mahkamah Agung, akan lebih strategis bila pemerintah mengerahkan segala daya untuk menyelesaikan akar masalah kualitas pendidikan. Caranya, dengan membenahi standar-standar nasional pendidikan lainnya, termasuk meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana, dan akses informasi yang memadai, sebagaimana tercantum pada putusan pengadilan yang telah mendapatkan pengukuhan Mahkamah Agung. ***

Wednesday, April 4, 2012

Manusia Dan Tanggung Jawab


 
Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
 
Tanggung jawab mempunyai kaitan yang sangat erat dengan perasaan. Yang kami maksud adalah perasaan nurani kita, hati kita, yang mempunyai pengaruh besar dalam mengarahkan sikap kita menuju hal positif. Nabi bersabda: "Mintalah petunjuk pada hati (nurani)mu."
 
Dalam wacana keislaman, tanggung jawab adalah tanggung jawab personal. Seorang muslim tidak akan dibebani tanggung jawab orang lain. Allah berfirman: "Setiap jiwa adalah barang gadai bagi apa yang ia kerjakan." Dan setiap pojok dari ruang kehidupan tidak akan lepas dari tanggung jawab. Kullukum râ'in wa kullukum mas'ûlun 'an Ro‘iyyatih.....
 
Tanggung jawab bisa dikelompokkan dalam dua hal. Pertama, tanggung jawab individu terhadap dirinya pribadi. Dia harus bertanggung jawab terhadap akal(pikiran)nya, ilmu, raga, harta, waktu, dan kehidupannya secara umum. Rasulullah bersabda: "Bani Adam tidak akan lepas dari empat pertanyaan (pada hari kiamat nanti); Tentang umur, untuk apa ia habiskan; Tentang masa muda, bagaimana ia pergunakan; Tentang harta, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia gunakan; Tentang ilmu, untuk apa ia amalkan."
 
Kedua, tanggung jawab manusia kepada orang lain dan lingkungan (sosial) di mana ia hidup. Kita ketahui bersama bahwa manusia adalah makhluq yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Kewajiban sangat erat kaitannya dengan eksistensi seseorang sebagai bagian dari masyarakat. Kita sadar bahwa kalau kita tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap orang lain, tidak pantas bagi kita menuntut orang lain  untuk bertanggung jawab pada kita. Kalau kita tidak berlaku adil pada orang lain, jangan harap orang lain akan berbuat adil pada kita.
 
Ada sebagian orang yang berkata bahwa kesalahan-kesalahan yang ia lakukan adalah takdir yang telah ditentukan Tuhan kepadanya. Dan dia tidak bisa menolaknya. Satu misal sejarah; suatu ketika di masa Umar bin Khattab, seorang pencuri tertangkap dan  kemudian dibawa ke hadapan khalifah. Beliau bertanya: "Mengapa kamu mencuri?", pencuri itu menjawab "Ini adalah takdir. Saya tidak bisa menolaknya." Khalifah Umar kemudian menyuruh sahabat-sahabat untuk menjilidnya 30 kali. Para sahabat heran dan bertanya "Mengapa dijilid? bukankah itu menyalahi aturan?"  Khlaifah menjawab "Karena ia telah berdusta kepada Allah."
 
Seorang muslim tidak boleh melepas tangan (menghindar dari tanggung jawab) dengan beralasan bahwa kesalahan yang ia kerjakan adalah takdir yang ditentukan Allah kepadanya. Tanggung jawab tetap harus ditegakkan. Allah hanya menentukan suratan ulisan) tentang apa yang akan dikerjakan manusia berdasarkan keinginan mereka yang merdeka, tidak ada paksaan. Dari sinilah manusia dituntut untuk bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan. Mulai dari hal yang sangat kecil sampai yang paling besar. "Barang siap yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula" (al Zalzalah 7-8).

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

10. MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Kehidupan manusia sekarang ini semakin maju, didukung dengan teknologi yang semakin memudahkan manusia dalam menjalankan aktivitas dan kehidupannya sehari-hari. Gerak manusia semakin cepat, setiap aktivitas yang dikerjakan dikontrol oleh agenda yang senantiasa dibawa serta, mereka merasa selalu diburu waktu seakan waktu 24 jam sehari tidaklah cukup. Kehidupan seakan berjalan seperti rutinitas yang senantiasa harus dilakukan untuk mencapai ‘tujuan hidup’, tanpa menyampingkan hal lain, seperti kesehatan dan kebutuhan spiritual, hanya terfokus pada pekerjaan dengan dipenuhi oleh pikiran kesenangan yang akan didapat di masa yang akan datang.
Di balik itu semua, secara jujur, maukah Anda mengakui bahwa Anda merasa gelisah? Apakah kadang Anda merasa takut dan susah hati menjalani hidup yang itu-itu saja? Kalau jawabannya ‘ya’, jangan khawatir, karena itu adalah hal yang wajar dialami oleh manusia bahkan mungkin sampai saat kematian menghampirinya.
Kegelisahan dan kesedihan merupakan suatu kejahatan kembar yang datang beriringan dan bergandengan. Mereka hidup bersama-sama di dunia ini. Jika Anda gelisah, maka Anda akan merasa susah dan sedih, begitu pun sebaliknya. Kadangkala kita berupaya untuk menghindari mereka, lari dari kenyataan, tetapi tetap saja mereka akan senantiasa hadir dalam diri kita. Kejahatan kembar ini bukan untuk dihindari, tetapi bukan berarti kita membiarkan mereka untuk mengalahkan kita. Kita harus mengatasi mereka dengan usaha kita sendiri, dengan kemantapan hati dan kesabaran, dengan pengertian benar dan kebijaksanaan.
Kegelisahan yang timbul dalam diri kita sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam pikiran yang tidak terlatih.
Sang Buddha bersabda, “Di mana pun rasa ketakutan muncul, ia hanya akan muncul pada orang yang bodoh, tidak pada orang yang bijaksana.” Ketakutan tidaklah lebih dari keadaan pikiran yang dapat menjadi subyek untuk mengendalikan dan memimpin, penyalahgunaan pikiranlah yang menghasilkan ketakutan, penggunaan yang benar akan mewujudkan harapan dan cita-cita dan dalam hal ini pikiran sepenuhnya tergantung pada diri kira sendiri.
Ada pepatah yang berbunyi, “Alam telah menganugerahi manusia untuk dapat mengendalikan seluruh isinya, kecuali satu hal, yaitu pikiran.” Kenyataan ini diperkuat dengan kenyataan tambahan bahwa segala sesuatu yang diciptakan manusia dimulai dalam bentuk pikiran, hal ini menuntun kita untuk menyadari bahwa ketakutan dapat diatasi. Rasa ketakutan, kegelisahan, dan kecemasan yang tidak berlebihan merupakan naluri alamiah untuk menjaga diri, tetapi jika berlebihan akan menjadi musuh bagi manusia itu sendiri.
Seorang ahli anatomi terkemuka dari Inggris suatu ketika ditanya oleh muridnya tentang obat terbaik untuk mengatasi ketakutan, dan jawabnya adalah, “Cobalah untuk mengerjakan sesuatu untuk orang lain.” Murid tersebut merasa heran atas jawaban yang diberikan, kemudian sang guru meneruskan, “Anda tidak dapat memiliki dua pikiran yang berlawanan pada waktu yang sama, salah satu pikiran akan mengusir pikiran yang lain. Jika suatu saat pikiran sedang terpusat untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan apa pun, maka rasa ketakutan tidak akan muncul di dalam pikiran pada waktu yang sama.”
Hal-hal berikut bisa kita sadari dan mungkin dilakukan untuk melatih pikiran kita agar kita tidak memberikan kesempatan kepada kejahatan kembar untuk menumpangi pikiran kita:
- Jangan bertentangan dengan hukum alam.
Hiduplah sesuai dengan hukum alam, mengikuti jalan kehidupan yang benar dan melakukan jasa-jasa dan kebaikan. Mungkin Anda adalah manusia modern yang sangat sibuk, tetapi sisihkanlah waktu Anda walaupun sedikit untuk membaca buku-buku yang bernilai. Kebiasaan ini akan memungkinkan Anda untuk melupakan kecemasan dan mengembangkan batin. Jangan lupa bahwa Anda juga merupakan makhluk beragama, sisihkan waktu untuk menunaikan kewajiban agama, seperti membaca parita suci.
- Kenalilah lingkunganmu.
Kita tidak dapat menyelami kehidupan orang lain yang sesungguhnya, seperti mengerti kehidupan orang lain yang tingkat sosial ekonominya berbeda dengan kita. Jika kita sehat, kita tidak dapat mengetahui bagaimana rasanya sakit atau cacat. Kurangnya pengalaman seperti itu membuat rasa toleransi kita kurang karena toleransi lahir hanya dari pengertian, sedangkan pengertian tidak dapat timbul tanpa adanya pengalaman. Karena itu, mendapatkan pengalaman sebanyak mungkin dari semua segi kehidupan merupakan hal yang baik dan menyadari bahwa kita tidak selalu hidup dalam keadaan mewah.
- Ketidakbahagiaan manusia.
Sang Buddha mengajarkan bahwa ketidakbahgiaan datang dari keinginan yang rendah, egois, hanya mempedulikan diri sendiri, dan jika tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan kesusahan dan kegelisahan. Cara untuk menghindari kegelisahan itu adalah dengan menyingkirkan semua keinginan rendah yang menyebabkannya. Sesungguhnya kita bukan menikmati kesenangan tetapi dikuasai oleh kesenangan itu.
- Waktu akan menyelesaikan masalah.
Apa pun kesulitan kita, bagaimanapun beratnya, semuanya dapat diselesaikan oleh berlangsungnya waktu. Sadarilah bahwa kesulitan itu ada akhirnya, jangan menyita waktu kita hanya untuk memikirkan masalah yang berlarut-larut, lebih baik memikirkan hal lain yang lebih bermanfaat.
- Kebahagiaan dan materialisme.
Kebahagiaan tidak dapat dipenuhi hanya dengan materi, kekayaan tidak dapat dibawa serta ketika kita mati. Hal ini bukan berarti seseorang tidak boleh mencari kekayaan, tetapi jangan melekat padanya dan carilah dengan cara yang benar, jangan dengan berjudi atau menindas orang lain. Sang Buddha bersabda, “Diberkatilah mereka yang mencari nafkah tanpa merugikan orang lain.”
- Kendalikan pikiran.
Pikiran manusia sangat mempengaruhi badan jasmaninya. Jika pikiran dibiarkan berfungsi tidak benar, maka pikiran tersebut dapat menyebabkan sakit pada tubuhnya, dan besar kegunaan yang dihasilkannya bila pikiran dipusatkan pada hal-hal yang benar yang berujung pada keseimbangan dan ketenangan. Sang Buddha bersabda, “Tidak ada musuh dapat mencelakakan seseorang sampai separah yang disebabkan oleh pikiran yang jahat, kejam, membenci, dan iri hati.”
- Bertindaklah bijaksana.
Manusia seharusnya menyadari bilamana ia sedang lemah, atau bila ia cukup berani untuk menghadapi ketakutan, besar hati dan keras hati di dalam mempertahankan kejujuran, tetapi bersikap rendah hati dan lemah lembut di dalam kemenangan.
- Kerendahan hati.
Kerendahan hati merupakan ciri dari orang yang berbudi dan patokan untuk mempelajari perbedaan antara yang ada dan yang belum terjadi. Sang Buddha sendiri memulai kepemimpinannya dengan membuang atribut kebangsawanannya dan dalam pengungkapan atau perumpamaan yang seringkali beliau katakan tidak pernah bernada sombong.
- Jangan menyia-nyiakan waktu.
Dengan menyia-nyiakan waktu, Anda akan merugikan bukan hanya diri sendiri tetapi juga orang lain, karena waktu yang Anda miliki sama banyaknya dengan waktu yang dimiliki oleh orang lain.
- Kesabaran dan toleransi.
Bersabarlah terhadap segala sesuatunya. Kemarahan akan menuntun seseorang menuju rimba yang tidak memiliki jalan setapak untuk dilalui. Kata-kata kasar bagaikan anak panah yang ditarik dari busurnya, tidak akan dapat ditarik kembali. Tanamkan sikap toleransi karena toleransi membantu menghindari keputusan yang dibuat dengan terburu-buru.
-Balaslah kejahatan dengan kebaikan.
Jangan berpandangan sempit bahwa Anda hanya dapat belajar sesuatu dari orang yang baik pada Anda, tetapi ada banyak hal yang dapat dipelajari juga dari musuh-musuh Anda. Musuh tidak akan dapat dihindari apabila kejahatan yang mereka perbuat kita balas dengan kejahatan lagi, karena jika berbuat demikian, maka makin banyak musuh yang datang. Cara yang paling baik adalah dengan memancarkan cinta kasih dan kemurahan hati kepada mereka, jika Anda merasa bahwa Anda-lah yang bersalah jangan ragu untuk meminta maaf kepadanya, niscaya pertentangan tidak akan berlanjut.
- Memiliki cinta kasih.
Jagalah diri agar senantiasa penuh dengan simpatik, ramah, dan cinta kasih yang tulus tanpa mengharapkan balasan apapun walaupun ketika teman atau orang yang Anda cintai tidak mengacuhkan kebaikan Anda. Seseorang seharusnya tidak boleh bergantung pada orang lain untuk kebahagiaannya. “Ia yang mengharapkan kepuasan dari orang lain adalah lebih hina daripada seorang pengemis yang berlutut dan menangis untuk memohon sepotong roti demi kelangsungan hidupnya.”
- Menghindari makanan dan minuman yang memabukkan.
Alkohol, obat bius, ekstasi, ganja, dan lain sebagainya hanya mengakibatkan lemahnya kesadaran dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai makhluk hidup, kita harus dapat melatih pengendalian diri kita dan membedakan antara yang baik dan yang jahat.
- Uruslah urusanmu sendiri.
Sang Buddha bersabda, “Janganlah engkau memperhatikan kesalahan orang lain dan hal-hal yang dikerjakan maupun yang tidak dikerjakan oleh orang lain, karena engkau sendiri juga mempunyai kewajibanmu sendiri yang dilaksanakan maupun dilalaikan.” Selain itu, Beliau juga bersabda, “Ia yang senantiasa mengamati kesalahan orang lain dan senantiasa lekas marah, maka kekotoran batinnya akan bertambah, ia akan jauh dari penghancuran kekotoran batin.” Janganlah berhenti berbuat baik hanya karena dikritik, justru itu merupakan kesempatan baik untuk menemukan kelemahan yang tidak dapat ditemukan sendiri. Sebaliknya jika ingin mengkritik orang lain, lakukanlah dengan benar, jangan menambah musuh hanya karena mengkritik orang lain. “Tak pernah ada dan tidak akan pernah ada, sekarang pun tidak, bahwa seseorang terus-menerus dicela sepenuhnya, atau terus-menerus dipuji.”
- Jangan cemas.
Rahasia kebahagiaan dan keberhasilan hidup terletak pada pelaksanaan apa yang patut untuk dilaksanakan sekarang, bukan mengkhawatirkan yang telah lalu dan yang akan datang. Jangan cemas hanya karena memikirkan masa depan dan jangan habiskan waktu hanya untuk menyesali hal yang telah berlalu.
- Tonggak keberhasilan.
Kegagalan merupakan tonggak keberhasilan, belajar dari kegagalan akan menuntun kita ke arah keberhasilan, dengan kegagalan membuat kita mudah menghargai kemenangan.
- Akhir yang damai.
Orang seringkali mengkhawatirkan kematian, padahal kematian bukanlah hal yang luar biasa untuk ditakuti, perasaan takut mati bersarang di dalam pikiran kita. Kemelekatan pada kehidupan di atas bumi merangsang ketidakwajaran dan ketakutan akan kematian. Ia akan hidup dalam ketakutan bahwa penyakit atau kecelakaan akan menghabisi hidupnya. Tidak ada orang yang dapat hidup bahagia dalam badai ketakutan seperti ini. Hal ini dapat diatasi dengan melupakan keakuan dalam memberikan pelayanan kepada orang lain dan mengembangkan cinta kasih. Laksanakan kewajiban dan tugas selama hidup dan hadapilah kematian dengan gagah berani dan penuh kedamaian, maka suatu saat Anda akan dapat mencapai keadaan tanpa kematian dan kebahagiaan nan abadi.
Jika kita senantiasa belajar bagaimana membahagiakan orang lain dan hanya mengisi pikiran dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat, maka kita akan selalu berada dalam suasana hati dan pikiran yang tentram dan bahagia. Hal ini disebabkan karena pikiran tidak mengizinkan kegelisahan, kesedihan, dan ketakutan menguasai kita, dan akhirnya bukan tidak mungkin jika kebahagiaan sejati dapat tercapai.